Gardana News, Samarinda – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kalimantan Timur (DPRD Kaltim) menggelar rapat agenda Pengesahan Kegiatan Masa Sidang III Tahun 2025. Dalam rapat tersebut, wacana penghapusan kegiatan bimbingan teknis (Bimtek) bagi anggota dewan menjadi salah satu sorotan utama.
Anggota DPRD Kaltim, Baharuddin Demmu, menyampaikan pandangannya bahwa Bimtek sudah tidak lagi relevan untuk dilaksanakan pada tahun mendatang. Ia menilai materi yang selama ini dipelajari dalam program tersebut sebenarnya dapat diakses secara mandiri.
“Kalau kita mau mencari, semua materi itu sudah tersedia di Google. Tinggal kemauan kita saja untuk membaca,” tegas politisi Partai Amanat Nasional (PAN) itu.
Baharuddin juga menilai anggaran daerah lebih baik dialihkan untuk program yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
“Daripada anggaran daerah digunakan untuk Bimtek, lebih baik kita arahkan untuk program yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa kondisi keuangan daerah saat ini memerlukan efisiensi.
“Dengan situasi keuangan saat ini, saya kira kegiatan Bimtek sudah tidak relevan lagi untuk dilaksanakan di tahun depan,” tandasnya.
Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua III DPRD Kaltim, Ananda Emira Moeis, mengapresiasi masukan yang disampaikan Baharuddin.
“Untuk kepentingan masyarakat Kaltim, menurut saya usulan itu sangat baik,” ujarnya.
Namun demikian, ia menegaskan bahwa Bimtek pada dasarnya bertujuan meningkatkan wawasan dan pemahaman anggota DPRD.
“Bimtek sebenarnya ditujukan untuk memperluas wawasan dan meningkatkan pemahaman anggota dewan. Karena itu, untuk tahun ini kegiatan tersebut tetap harus dilaksanakan sesuai jadwal,” terangnya.
Selanjutnya dengan komitmen DPRD Kaltim untuk terus mengutamakan efisiensi anggaran tanpa mengurangi kualitas kinerja legislatif dalam pelayanan kepada masyarakat. *


